2026 DTPTP IPB Siapkan Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau melalui Training of Trainer Asesor RPL
Direktorat Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (DTPTP) IPB University bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ketua dan sekretaris program studi di lingkungan IPB University, Senin (29/6), di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan implementasi RPL sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang ditargetkan mulai diberlakukan pada semester genap Tahun Akademik 2026/2027.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, menyampaikan bahwa IPB University telah menyiapkan landasan regulasi, organisasi pengelola di tingkat institusi dan program studi, serta pedoman pelaksanaan RPL. Tahap berikutnya adalah menyiapkan asesor yang akan melakukan asesmen terhadap calon peserta RPL. Menurutnya, RPL menjadi kebijakan strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang telah memiliki kompetensi melalui pengalaman kerja, pelatihan, sertifikasi, maupun pembelajaran nonformal, tanpa mengurangi standar mutu akademik.

Dalam implementasinya, RPL akan berlaku untuk program sarjana dan pascasarjana, kecuali beberapa program profesi tertentu. Pengakuan capaian pembelajaran dapat diberikan hingga maksimal 70 persen dari total beban studi sesuai ketentuan nasional, sementara mahasiswa tetap wajib menyelesaikan sisa proses pembelajaran melalui perkuliahan reguler. Kegiatan ToT menghadirkan narasumber dari Kemdiktisaintek, Anggoro Suryo Pramudyo dan Dr. Sandra Aulia Zanny, yang memberikan penguatan mengenai konsep, regulasi, dan mekanisme asesmen RPL kepada para calon asesor.

Melalui kegiatan ini, DTPTP terus mengawal kesiapan implementasi RPL di IPB University sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang lebih inklusif, fleksibel, dan berkualitas. Kehadiran RPL diharapkan dapat membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi IPB University sebagai perguruan tinggi rujukan dalam penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau di Indonesia.
